
s e d i h ............
hari ini bunda 'dirumahkan', besok giliran papa
s e d i h........
bisalah soal asisten. sebenernya kan memang belum dapet asisten. tapi dari keamrin sehabis lebaran, nenek udah kasih pinjem mbaknya buat temen Nadine. Kebeneran Nadine cocok sama mbaknya nenek ini.
Tiba-tiba nenek minta balik mbaknya tampa kompromi. waduh kelabakan deh. Snin kemarin Bunda ngantor setengah hari aja, terus ngerjar biar jam 1 siang ada di rumah, sebelum Nadine pulang sekolah. Untungnya jalan Blok M - Cibubur nggak macet.
Hari ini jadwal Nadine pulang sekolah jam 11.30. Nggak bakal keburu deh kalo ngantor setengah hari lagi, akhirnya sms aja ke kantor ambil cuti hari ini.
Duh...... p u s i n g........
Kilas balik
Sejak lebaran tahun lalu kok nggan sreg melulu sama asisten yang di rumah, jadi abis lebaran tahun ini muales buanget hunting pembantu. Tapi mau gimana lagi, kan tetep harus cari
Terakhir, asisten yang pernah kerja di rumah kok 'sakit jiwa' baru beberapa hari kerja di rumah minta pulang katanya mau lamaran. Setelah bicara sama calon tunangannya disepakiti untuk menunggu sampai sebelum lebaran. Dua hari kemudian pagi-pagi sebelum Bunda pergi kerja, si mbak bilang tetep mau pulang, dengan alasan nggak betah di rumah. Bunda udah males deh kalo gini - yo wis monggo.... Salahnya Bunda nggak kembaliin sama yang bawa, dilepas begitu aja. Ternyata....oh.... ternyata dia kerja di blok tetangga. Ya sudah biarkanlah.
Sementara rutinas Nadine, pulang sekolah dijemput supir terus dianter ke rumah Nenek. Malamnya dijemput sama Bunda dan Papa terus balik Cibubur. Akhirnya Nenek nggak tega, kasian Nadine bolak-balik katanya. Dibawalah Kesih, mbaknya Nenenk untuk nemenin Nadine.
Pagi itu seperti biasa anter Nadine sekolah. Sampai sekolah Bunda baru inget kalau pianika Nadine nggak kebawa. Ya udah papa balik lagi ke rumah, untung masih di dalam kompleks perumahan jadi nggak kena macet. Urusan Nadine selesai, Bunda dan Papa meneruskan perjlananan ke kantor dong. Sambil jalan Papa cerita tadi agak lama karena si mbaknya yang lama masuk ke dalam rumah sementara Kesih, ggak bisa nolak.
Duh....perasaan kok nggak enak, akhirnya Bunda ngajak Papa pulang. Dia udah nggak mau kerja di rumah nggak apa, dan dia kerja di tetangga lain blok jauga nggak apa. Tapi Bunda nggak terima kalo dia masuk ke dalam rumah. Bunda datengin deh dan bilang sama dia jangan pernah masuk lagi ke rumah. Lapor satpam terus abis itu tinggal pergi ke kantor. Tapina di kantor kok juga nggak tenang. Pulang kantor Bunda ajakin Papa untuk lapor satpam lagi sekalian minta ditemenin untuk periksa barangnya. Para satpam setuju. Ditemani dengan 3 orang satpam, Bunda pergi ke tetangga dan minta ijin untuk memeriksa barang-barangnya. Si empunya rumah setuju, setelah diperiksa berkali-kali tidak ditemukan barang-barang berharga. Tetep nggak yakin periksa sekali lagi, ternyata ditemukan foto keluarga meskipun bukan foto terbaru (foto????...... buat apa coba?). Tapi dia ini tetap tidak mengaku bahwa dia ambil sesuatu dari rumah.
Singkat cerita karena ketidak jujurannya, si mbak ini diprose di posko pusat. Majikan yang baru pun sudah tidak sudi untuk memakai jasanya lagi. Nggak tau gimana ceritanya bis itu.
Abis Lebaran, hunting asisten titip sana-sini, telepon yayasan, tanya kanan-kiri. Cuma jadinya rada susah dapetnya soalnya ekstra hati-hati buanget.
Duh..... mudah-mudahannya cepat teratasi deh.....
Ini foto asisten yang 'sakit jiwa' Nama yang tercantum di KTP Karsih tapi bilangnya biasa dipanggil Kasih berunur 22 tahun dan cacat fisiknya - tidak normal tingginya. Julukan Nadine si hunchback. Ternyata kemudian ditketahui bahwa dia pernah mencuri di tempat kerja la
manya.